Rabu, 16 September 2009

Ditemukan Kuburan Massal Di Kunduz Afghanistan

KUNDUZ (Arrahmah.com) - Sebuah kuburan massal pada Selasa (15/9) di provinsi utara Kunduz yang sejauh ini berisi 15 jenazah dari era pemerintah yang didukung Uni Soviet ditemukan, kata seorang pejabat.

Kuburan itu ditemukan oleh karyawan konstruksi di distrik Ali Abad, 25 kilometer (15 mil) dari ibu kota propinsi Kunduz, kata sang gubernur, Habibullah Muhtashim.

"Lebih dari 15 mayat ditemukan sampai sejauh ini. Mungkin akan ditemukan lebih banyak lagi jika tempat ini terus-menerus digali," kata Muhtashim, menambahkan bahwa sebagian dari pakaian di mayat tetap utuh.

Dia mengatakan bahwa selama kekuasaan Rusia hingga akhir 1970-an, sebanyak 35 orang ditahan di distiruk Ali Abad dan setelah itu kabar mereka tidak terdengar. Dia mengatakan bisa jadi mayat-mayat yang ditemukan itu adalah mayat dari orang-orang Afghan yang hilang.

Penyelidikan sedang dilakukan, tambahnya.

Kudeta yang didukung oleh Soviet terjadi tahun 1978, dan pada 1980 Moskow memberangkatkan puluhan ribu tentaranya ke Afghanistan, dan sejak itulah gerakan mujahidin mulai muncul dan terus-menerus meningkat.

Pimpinan Independent Human Rights Comission, Zabuhullah Paiwand, menyebut kuburan masal itu sebagai bukti dari kejahatan perang dan dengan tegas mengutuk hal tersebut. Dia mengatakan siapapun yang bertanggung jawab harus ditangkap dan diberi hukuman yang setimpal. (althaf/ansarnet/arrahmah.com)


Selengkapnya...

Lagi, Bukti Kejahatan Iblis Perang Israel Di Gaza Terungkap

GAZA (Arrahmah.com) - Sebuah penyelidikan yang dilakukan oleh PBB mengungkapkan kejahatan Israel terhadap kemanusiaan lainnya selama melakukan penyerangan tiga minggu bertubi-tubi di Jalur Gaza tahun lalu.

Dalam laporan yang dipublikasikan pada hari Selasa (15/9) itu, PBB mengatakan Israel melanggar undang-undang kemanusiaan internasional dan menggunakan angkatan perang yang melebihi proporsi selama perangnya di Gaza delapan bulan lalu.

Penyelidikan dipimpin oleh mantan hakim Afrika Selatan, Richard Goldstone, yang kemudian menyimpulkan bahwa negara Zionis (la'natullah 'alayh) itu melakukan bertumpuk kejahatan perang, terutama perang terhadap kemanusiaan.

"Ada banyak insiden penyerangan yang sengaja diarahkan pada penduduk sipil serta harta benda mereka, dan tentu saja hal itu merupakan pelanggaran terang-terangan atas prinsip dasar undang-undang kemanusiaan internasional," katanya.

PBB sendiri telah menemukan bukti yang cukup kuat pengkhianatan angkatan perang Israel terhadap ketetapan Rapat Keempat Jenewa di Gaza, termasuk dalam hal pembunuhan yang disengaja, penyiksaan atau pengobatan tidak manusiawi, yang memang disengaja agar bisa menimbulkan penderitaan yang lebih berat dan serius baik bagi badannya atau kesehatan, atau juga perusakan hak-hak milik penduduk sipil."

"Operasi Israel ini benar-benar terencana dan dalam semua tahapan operasinya Israel melakukan penyerangan yang brutal dan tidak proporsional, menyiksa, menghinakan, dan menteror penduduk sipil."

Israel, yang menolak untuk bekerja sama dengan tim pencari fakta PBB, menyangkal mentah-mentah laporan tersebut dan menyebutnya sebagai laporan sepihak dan tidak berimbang.

Meskipun sudah begitu kasat mata dampak atas kebrutalan dan kekejiannya, menurut tanggapan yang dikeluarkan oleh kementrian luar negeri Israel, sebanyak 100 jenis tuduhan yang ditimpakan PBB pada negaranya itu tidak memiliki dasar sedikit pun.

Dalam invasinya yang berlangsung di Jalur Gaza pada bulan Desember 2008, pasukan Zionis membunuhi lebih dari 1.400 muslim Palestina, termasuk sebagian besar di dalamnya adalah perempuan dan anak-anak. (althaf/prtv/afp/arrahmah.com)


Selengkapnya...

Jumat, 28 Agustus 2009

Meningkatkan Cinta Anak


Meningkatkan Cinta Anak pada Allah

Tuesday, 16 June 2009 07:20

Di tengah kesibukan anak mengikuti berbagai pelajaran tambahan seperti les piano, les tari atau berbagai kegiatan bakat lainnya, apakah anak Anda memiliki waktu untuk lebih mengenal alam? Mengenalkan alam pada anak dapat meningkatkan kesadaran mereka akan kebesaran Allah SWT selain itu juga dapat memperkuat iman.

Kapan terakhir kali Anda mengajak anak pergi ke luar untuk menikmati suasana pegunungan atau pedesaan? Apakah anda pernah membuat ciptaan Allah SWT menjadi tampak lebih menarik bagi anak-anak? Berikut ada sepuluh saran agar anak lebih mencintai alam dan pencipta-Nya.

  • Mengunjungi tanah pertanian. Kebanyakan kita tidak terlalu peduli bagaimana padi bisa menjadiberas. Makanan yang terhidang di meja saji lah yang justrumenghampiri kita melewati bermil-mil perjalanan. Anak-anak hanya bisa membayangkan bagaimana jeruk berbuah di pohon atau ayam mengerami telurnya. Sayang sekali anak-anak tidak melihat tanaman tumbuh dan sapi memakan rumput, mereka tidak bisa memahami keajaiban dan keberkahan makanan. Bagaimana anak dapat melihat kebesaran Allah SWT jika mereka belum pernah melihat tanaman tumbuh dan memproduksi makanan?
  • Mengunjungi tempat pembuangan sampah. Kita seringkali melemparkan sesuatu ke dalam tong sampah tanpa berpikir kemana sampah-sampah itu dibawa atau apa yang akan terjadiseterusnya. Ajaklah anak mengunjungi tempat akhir pembuangan sampah. Sebutkan juga beberapa tempat akhir pembuangan sampah. Anak-anak Anda mungkin akan terkejut dengan banyaknya sampah yang dihasilkan setiap hari. Dengan begitu anak akan lebih mengahargai alam dengan. Mengingatkan mereka bahwa Allah memberitahu kita untukjangan terlalu banyak memproduksi sampah. Seperti yang di firmankan Allah SWT, "makan dan minumlah, dan jangan berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan. (QS. 7:31)
  • Bertanam. Buatlah taman di rumah. Ajak anak untuk menanam tumbuhan. Tidak ada cara yang lebih baik untuk bisa berhubungan dengan alam daripada menggali dan menjadi kotor. Mereka akan sangat bangga dengan prestasi yang mereka raih melihat hasil bercocok tanam mereka.
  • Membuat kompos. Dengan membuat kompos anak dapat mengetahui siklus kehidupan. Membuat kompos dapat mengajarkan anak mencintai lingkungan.
  • Mengamati mahkluk hidup. Berjalan-jalan di alam bersama anak dan melakukan pengamatan secara sederhana. Bagaimana cacing bergerak dan menghitung kelopak bunga. Ungkapkan keindahan dan keajaiban akan ciptaan Allah SWT.
  • Mengamati langit. Berjalan-jalan di tengah kota saat malam hari, melihat bintang bersinar. Sebagian besar anak akan terkesima dengan kilauan bintang yang terlihat meski dari jarak yang sangat jauh. Ceritakan pada anak bagaimana penciptaan bintang, seberapa jauh bintang berada dan seberapa luas penciptaan Allah.
  • Mengamati cuaca. Pergi ke luar rumah untk merasakan berbagai cuaca. Hujan, panas atau angin yang bertiup kencang. Ajarkan doa-doa yang diucapkansaat cuaca hujan, panas atau berangin. Ceritakan kemuliaan AllahSWT telah menciptakan berbagai fenomena alam.
  • Mengamati air. Mengamati sungai atau air terjun. Perhatikan ritme, kesejukan, dan keindahan gerakan air yang menciptakan suasana hati yang sempurna untuk mencerminkan syukur pada ciptaan Allah. Berbicara dengan anak-anak tentang bagaimana Allah mengatur siklus air dari tanah ke langit dan kembali ke bumi untu dimanfaatkan oleh manusia.
  • Mengamati daun. Tunjukan pada anak perubahan warna daun saat masih berada di ranting dan saat telah gugur. tantang anak untuk menggambarkan dan mendiskusikan betapa manusia tidak akan mampu membuat sesuatu yang lebih indah dari ciptaan Allah SWT.
  • Berkemah. Pengalaman hidup di luar rumah ditemani suara serangga, burung atau binatang lainnya dapat menumbuhkan rasa natural anak. Memasak, mencuci dan tidur di luar akan membawa anak lebih mengenal Allah Tanpa diganggu oleh alat-alat elektronik. Gunakan kreatifitas Anda untuk mengenalkan kekuasaan Allah melalui alam pada anak.

(Sumber: Republika.co.id)


Selengkapnya...

Senin, 24 Agustus 2009




MENGINGAT ALLAH DI Kala SUKA DAN DUKA


Oleh : Ahmad Khoiruddin

I. Muqoddimah
Alhamdulillah segala puji syukur kehadirat Allah  atas segala nikmat dan hidayahnya kepada kita, sholawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada Rasulullah  para sahabat, keluaraga, tabi’in, tabi’u tabi’in dan seluruh umat manusia yang senantiasa meniti jalan hidupnya.

II. Kenalilah Allah
Rosulullah  bersabda dalam sebuah hadits yang panjang :
“Kenalilah Allah saat kamu senang, niscaya Dia akan mengenalimu saat kamu sedang susah.” (HR.Ahmad, Hakim, dan Al-Baihaqi)
Pesan ini di sampaikan oleh seorang Nabi yang paling mengetahui tentang keagungan dan kesempurnaan Tuhan manusia, dan orang yang paling benar dalam dalam wasiat-wasiatnya kepada manusia. Hadits ini merupakan petikan dari sebuah hadits yang panjang yang di kemukakan saat Ibnu Abbas  duduk di belakang Nabi  yang mengendarai keledainya.
Beliau bersabda kepada Ibnu Abbas yang saat itu menjelang usia remaja, maka Rosulullah  menggunakan kesempatan yang baik ini untuk mendidiknya, beliau bersabda :
« يَا غُلاَمُ إِنِّى مُعَلِّمُكَ كَلِمَاتٍ احْفَظِ اللَّهَ يَحْفَظْكَ احْفَظِ اللَّهَ تَجِدْهُ تُجَاهَكَ وَإِذَا سَأَلْتَ فَلْتَسْأَلِ اللَّهَ وَإِذَا اسْتَعَنْتَ فَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ وَاعْلَمْ أَنَّ الأُمَّةَ لَوِ اجْتَمَعُوا عَلَى أَنْ يَنْفَعُوكَ لَمْ يَنْفَعُوكَ إِلاَّ بِشَىْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللَّهُ لَكَ وَلَوِ اجْتَمَعُوا عَلَى أَنْ يَضُرُّوكَ لَمْ يَضُرُّوكَ إِلاَّ بِشَىْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللَّهُ عَلَيْكَ رُفِعَتِ الأَقْلاَمُ وَجَفَّتِ الصُّحُفُ »
Hai anak muda, sesungguhnya aku akan mengajarkan kepadamu beberapa pesan berikut : Peliharalah Allah, niscaya Dia akan memeliharamu, peliharalah Allah niscaya engkau akan menjumpai-Nya di hadapanmu,Kenalilah Allah di saat senang, niscaya Dia akan mengenalimu saat kamu susah, apa bila kamu meminta sesuatu, mintalah kepada Allah, dan apa bila kamu meminta pertolongan, mintalah pertolongan kepda Allah.
Ketahuilah, bahwa seandainya suatu umat sepakat untuk memberi manfaat kepadamu dengan sesuatu, mereka tidak dapat memberikan manfaat kepadamu kecuali dengan sesuatu yang telah di taqdirkan oleh Allah atas dirimu. Dan seandainya mereka sepakat untuk menimpakan bahaya kepadamu, niscaya mereka tidak dapat menimpakan bahaya kepadamu, kecuali dengan sesuatu yang telah di taqdirkan oleh Allah atas dirimu, pena telah di angkat dan lembaran telah di angkat. (HR. Tirmidzi )
Dalam riwayat lain “Hendaklah engkau mengenal Allah di waktu lapang (senang), niscaya Allah akan mengenalmu di waktu sempit ( susah )” (HR. Ahmad, Hakim, dan Baihaqi)
Alangkah indahnya Hadits ini, alangkah besarnya wasiat ini, Alangkah agungnya pembicaraan ini. Rosulullah  mengajarkan kepada kita bagaimana kita mengenal Allah saat senang agar Allah mengenal kitab saat kita sedang susah. Ini merupakan sunnatullah pada makhluk-Nya, yaitu bahwa barang siapa yang mengenal Allah pada waktu senang, Allah akan mengenalnya pada waktu ia sedang susah.
Hal inilah yang di dambakan oleh orang-orang shalih, baik yang kaya atau yang miskin. Para anbiya’ dan orang-orang yang berada di bawah mereka tingkatannya. Yaitu senantiasa memohon agar Allah memelihara mereka saat mereka dalam kesulitan.
Allah  telah menegaskan dalam Kitab-Nya bahwa amal shalih itu membawa manfaat dalam keadaan susah karena amal bisa mempengaruhi pemiliknya, jika ia beramal baik maka ia akan mendapatkan kebaikan, dan begitu pula sebaliknya.

III. Mereka yang Mengingat Allah di Kala Susah
1. Nabi Ibrahim u
Siapakah yang tidak mengenal kekasih Allah  Ibrahim u yang senantiasa mengharap rahmat Allah . ia lupa akan jerih-payah dan pengorbanannya dan lupa kepada amal-amal shalih yang telah di lakukannya dan menganggap dirinya sebagai seorang yang banyak melakukan dosa, dalam Al-Qur’an tertera perkataannya :
        
“Dan yang Amat kuinginkan akan mengampuni kesalahanku pada hari kiamat". (QS. Asy-Syu’ara’ 82 )
Ibrahim menjalani hidupnya dengan senang hati seraya memelihara Allah tetap dalam kalbunya saat-saat manusia berpaling dari-Nya. Dia senantiasa menghadapkan dirinya kepada Allah dengan mengesakan-Nya, cenderung pada agama yang hak lagi berserah diri, dan dia sama sekali bukan termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah.
Manusia sujud menyembah berhala, sedang Ibrahim sujud menyembah Allah . Manusia bergantung pada berhala-berhala, sedang Ibrahim hanya bergantung pada Allah .
Mereka menyalakan api besar untuk membakar Ibrahim setelah dia masuk menemui Raja Namrudz yang pembohong lagi pendusta. Akan tetapi Allah  menyelamatkannya. Allah  berfirman :
                                             
Apakah kamu tidak memperhatikan orang yang mendebat Ibrahim tentang Tuhannya (Allah) karena Allah telah memberikan kepada orang itu pemerintahan (kekuasaan). ketika Ibrahim mengatakan: "Tuhanku ialah yang menghidupkan dan mematikan," orang itu berkata: "Saya dapat menghidupkan dan mematikan" . Ibrahim berkata: "Sesungguhnya Allah menerbitkan matahari dari timur, Maka terbitkanlah Dia dari barat," lalu terdiamlah orang kafir itu; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.(QS. Al-Baqoroh : 258)
Yang menciptakan adalah Allah dan Dia pula yang memberi rizki dan mengatur segalanya. Ibrahim mengatakan : “...Tuhanku ialah yang menghidupkan dan mematikan…”.
Tiada yang dapat menghidupkan dan mematikan, selain hanya Allah, tiada yang dapat mengeahui ghoib kecuali hanya Allah. Akan tetapi si pendusta itu mengatakan dalam jawabannya “…Saya pun dapat mematikan dan menghidupkan..” Ibrahim bertanya “Bagaimana caranya ? Raja pendusta itu megeluarkan dua orang tahanan, lalu ia membebaskan salah seorang darinya dan mengatakan : “Orang ini saya hidupkan” dan ia membunuh yang lainnya seraya berkata : “Dan yang ini aku matikan”
Ibrahim tidak menyanggah kebodohan ini, karena dia mengetahui bahwa hujjah berikutnya yang akan di lemparkan ke wajah lawannya adalah lebih keras dari pada yang pertama, Ibrahim u mengatakan : "Sesungguhnya Allah menerbitkan matahari dari timur, Maka terbitkanlah Dia dari barat," lalu terdiamlah orang kafir itu; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.
Mereka mengumpulkan kayu bakar untuk membakar kekasih Allah, selanjutnya mereka meletakkan Ibrahim pada ketapel raksasa di bawahnya api yang berkobar tanpa teman tanpa sejawat, tanpa keluarga, dan tanpa penolong, Kecuali hanya Allah .
                       
Sesungguhnya Kami menolong Rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia dan pada hari berdirinya saksi-saksi (hari kiamat), (yaitu) hari yang tidak berguna bagi orang-orang zalim permintaan maafnya dan bagi merekalah la'nat dan bagi merekalah tempat tinggal yang buruk. (QS. Al-Mu’min : 51-52)
Ibnu Abbas  mengatakan bahwa firman-Nya :
    
"…Cukuplah Allah menjadi penolong Kami dan Allah adalah Sebaik-baik Pelindung". (QS.Ali Imran : 173 )
Kalimat inilah yang di ucapkan oleh kekasih Allah Ibrahim u ketika beliau di lemparkan ke dalam api besar, maka Allah menyelamatkannya. Kalimat ini pula yang di ucapkan oleh Nabi Muhammad  ketika di katakan kepadanya :
"Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka", Maka Perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab: "Cukuplah Allah menjadi penolong Kami dan Allah adalah Sebaik-baik Pelindung". Maka mereka kembali dengan nikmat dan karunia (yang besar) dari Allah, mereka tidak mendapat bencana apa-apa, mereka mengikuti keridhaan Allah. dan Allah mempunyai karunia yang besar (QS. Ali Imran : 173-174)
Maka apakah para pemuda dan pemudi kita di masa ini mengucapkan : “Hasbunallah wa ni’mal wakil” ketika mereka di timpa oleh berbagai macam kesusahan dan kesulitan, berbagai macam fitnah, dan kejadian mewabah di kalangan mereka .
Semua ini di maksudkan agar mereka kembali dengan membawa nikmat Allah dan karunia-Nya, sedang mereka tidak tersentuh oleh bencana apa pun.
Ibrahim jatuh ke dalam kobaran api, akan tetapi atas kekuasan Allah  api itu menjadi dingin dan membawa keselamatan berkat karunia Allah, karena ia telah merealisasikan ajaran “Kenalilah Allah di kala engkau senang, niscaya Dia akan mengenalmu di kala engkau sedang susah”
2. Nabi musa u dan istri Fir’aun
Musa di lahirkan pada masa Fir’aun pada saat itu sedang marak pembunuhan anak-anak lelaki, lalu di manakah ibunya menyembunyikannya, sehingga Nabi Musa berhasil di selamatkan.
Semua pegangan yang di pakai oleh ibunya telah terputus, kecuali tali Allah. Ia pun memasukkan anak itu ke dalam peti kemudian melemparkannya ke dalam sungai sebagai pelaksanaan perintah Allah , akhirnya peti itu mengalir ke hilir menuju kebun-kebun yang ada di kedua tepi sungai Nil. Sehingga permaisuri dan budak-budak perempuan Fir’aun pun memungutnya dan mereka menyerahkan ke hadapan Fir’aun yang hampir saja membunuhnya kalaulah tidak di cegah oleh istrinya yang bernama Asiyah.
Ahlul ilmi mengatakan bahwa Fir’aun menyiksa istrinya ketika Fir’aun memaksanya untuk mengakui bahwa dirinya adalah tuhan yang harus di sembahnya. Asiyah pun mengingkarinya dan menolak untuk tunduk pada perintah Fir’aun, bahkan dia mengucapkan bahwa tiada tuhan selain Allah .
Fir’aun memaku kedua tangan istrinya ke tanah, tetapi dia tidak merasa sakit sedikit pun. Fir’aun meletakkannya di bawah terik matahari, maka para malaikat datang menaungiya dengan sayap-sayap mereka, dengan tersenyum ia melihat rumahnya di surga. Ini karena ia merealisasikan ajaran :
“Kenalilah Allah di kala engkau senang, niscaya Dia akan mengenalmu di kala engkau sedang susah”
Maka ketika Nabi Musa dewasa ia memulai da’wahnya dengan berbagai tantangan dan cobaan, ia senantiasa mengingat Allah  dan memujinya, ketika para ahli sihir yang di kumpulkan oleh Fir’aun untuk melawan nabi Musa mulai menunjukkan kesombongannya, Allah  memberikan pertolongan kepada Musa dengan memerintahkan Musa untuk melemparkan tongkatnya, maka berubahlah tongkat itu menjadi ular yang besar dan memakan satu persatu ular kecil jelmaan tongkat para ahli sihir, maka ketika itu sebagian mereka beriman dan sebagian lain mengingkarinya.
Tidak menerima kenyataan itu Fir’aun murka dan berusaha membunuh nabi Musa u sehingga sampailah nabi Musa di tepi lautan, maka Allah  memerintahkan Musa untuk memukulkan tongkatnya ke lautan, seketika itu terbelahlah lautan dan dengan segera nabi Musa dan pengikutnya berlari menyelamatkan diri, ketika sampai di ujung lautan Musa berkata kepada pengikutnya :
   •    
"Sekali-kali tidak akan tersusul; Sesungguhnya Tuhanku besertaku, kelak Dia akan memberi petunjuk kepadaku". (QS. Asy-Syu’araa : 62)
Ketika Fir’aun serta bala tentara di tengah lautan, Allah menyatukan kembali Lautan itu maka tenggelamlah Fir’aun yang sombong beserta bala tentaranya. Sekali lagi karena ia senantiasa mengingat Allah di saat senang, maka Allah mengingatnya di saat susah.
3. Nabi Yunus u
Kita ingat Nabi Yunus yang di selamatkan Allah  ketika ia di dalam perut ikan besar tanpa teman dengan rasa lapar dalam keadaan gelap. Ketika itu ia berdo’a sebagaimana yang tertera dalam Al-Qur’an :
         
"Bahwa tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha suci Engkau, Sesungguhnya aku adalah Termasuk orang-orang yang zalim." (QS. Al-Anbiya’ : 87)
Allah punmenyelamatkan Yunus dari kesusahan, kesulitan dan kesengsaraan. Karena dia senantiasa mengenal Allah saat senangnya. Allah  berfirman :
            
“Maka kalau Sekiranya Dia tidak Termasuk orang-orang yang banyak mengingat Allah, Niscaya ia akan tetap tinggal di perut ikan itu sampai hari berbangkit”. (QS As-Shaffat : 143-144 )
4. Nabi Yusuf u
Ketika nabi Yusuf di lemparkan ke dalam sumur oleh saudara-saudaranya, yusuf senantiasa bertasbih, mengingat Allah  sedangkan waktu itu ia masaih kecil.
Ketika di bawa pergi ke negara mesir, di sana ia di goda oleh istri Al-Aziz, akan tetapi ia tidak terjerat oleh bujuk rayunya, dan berkata
             
"Aku berlindung kepada Allah, sungguh tuanku telah memperlakukan aku dengan baik." Sesungguhnya orang-orang yang zhalim tiada akan beruntung”. (QS. Yusuf : 24)
Sesungguhnya Yusuf senanatiasa mengingat Allah  pada waktu senangnya, maka Allah mengingatnya di saat ia di landa fitnah dan kesulitan.
Kisah di atas adalah sebagian kisah Nabi yang senantiasa mengingat Allah  di saat suka maupun duka, masih banyak kisah para wali-wali Allah, orang-orang shalih yang mereka tidak pernah lalai dari mengingat Allah baik di kala senang atau pun susah. Ini merupakan sunnatullah yang tidak akan berubah dan tidak akan di ganti selamanya, yaitu bahwa barang siapa yang mengenal Allah  pada waktu sukanya, Allah akan mengenalnya pada waktu susahnya .
IV. Aplikasi Mengingat Allah di Kala senang.
Berangkat dari titik ini, kita kembali merenungkan dalam waktu yang lama, yaitu sabda Nabi  yang berbunyi : “Kenalilah Allah di kala engkau senang, niscaya Dia akan mengenalmu di kala engkau sedang susah”
Mengenal Allah  ada waktu sehat artinya ialah kita menggunakan waktu kita untuk melakukan hal-hal yang di ridhoi oleh Allah . Mengenal Allah pada waktu luang ialah mengunakannya untuk mengerjakan hal-hal yang bermanfaat, seperti membaca Al-Qur’an, menuntut ilmu, beribadah, mengerjakan amal shalih, dari pada menggunakan waktu-waktu yang tidak berguna.
Sesungguhnya ini adalah pesan nabi kita dan sesungguhnya ini adalah pelajaran yang kekal yang akan kita tunjukan kepada diri kita sendiri, kemudian kepada saudara-saudara kitayang muslim, agar mereka senantiasa memelihara hukum-hukum Allah, menghormati kesucian Allah, dan mengagungkan syi’ar-syi’ar-Nya :
       
Maka Allah adalah Sebaik-baik penjaga dan Dia adalah Maha Penyanyang diantara Para Penyanyang.( QS. Yusuf ; 64 )
Sesungguhnya ahli iman telah merasakan bahwa tiada kesenangan bagi mereka dan tiada kebahagian, kecuali dalam bertaqwa kepada Allah . Demi Allah sesungguhnya mereka mendiami gedung-gedung yang mewah-mewah, membangun apartemen-apartemen, mengendarai kendaraan mewah, tetapi manakala mereka lupa kepada Allah, meeka menjadi sia-sia.
Allah  berfirman :
    •                           
Dan Barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, Maka Sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam Keadaan buta".Berkatalah ia: "Ya Tuhanku, mengapa Engkau menghimpunkan aku dalam Keadaan buta, Padahal aku dahulunya adalah seorang yang melihat?"Allah berfirman: "Demikianlah, telah datang kepadamu ayat-ayat Kami, Maka kamu melupakannya, dan begitu (pula) pada hari ini kamupun dilupakan". ( QS. Thohaa : 124-126 )
Oleh karena itu, kita berlindung kepada Allah  bila ada di antara kita yang membalas nikmat Allah ini dengan keingkaran dan tidak mensyukuri kebaikan Allah .
Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang telah menukar nikmat Allah dengan kekafiran dan menjatuhkan kaumnya ke lembah kebinasaan, ( QS. Ibrahim : 28 )
V. Ancaman bagi yang Lalai dari Mengingat Allah 
Banyak kita dapatkan di masa ini orang-orang yang meninggalkan masjid, kitabullah, syi’ar-syi’ar Allah, lalu mengerjakan hal-hal yang di murkai Allah  dan mendatangkan adzabnya.
Mereka mendzolimi diri mereka sendiri, mereka bermain-main denagn api neraka yang panasnya iada terhingga , bagaimana mereka bergegas menuju ke lembah kehancuran. Allah  berfirman :
             
Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang telah menukar nikmat Allah dengan kekafiran dan menjatuhkan kaumnya ke lembah kebinasaan ( QS. Ibrahim : 28 )
Allah  berfirman :
      •            •      
Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tenteram, rezkinya datang kepadanya melimpah ruah dari segenap tempat, tetapi (penduduk)nya mengingkari nikmat-nikmat Allah; karena itu Allah merasakan kepada mereka pakaian kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang selalu mereka perbuat. ( QS. An-Nahl : 112 )
Mereka dapat hidup tenang dan rehat, mereka dapat makan dan minum denagn senang, tetapimereka melanggar hukum-hukum Allah dan banyak melaukan dosa, maka tuhan dan langit murka kepada mereka, lalu menghukum mereka dengan hukuman dari yang maha perkasa lagi maha kuasa.
Allah  berfirman :
         •    
Dan Begitulah azab Tuhanmu, apabila Dia mengazab penduduk negeri-negeri yang berbuat zalim. Sesungguhnya azab-Nya itu adalah sangat pedih lagi keras. ( QS. Huud : 102 )
Maha suci Allah yang maha pemaaf dan kita selamanya berbuat salah, Dia selamanya pemaaf, betapaun hamba-Nya selalu berbuat kesalahan Dia akan tetap memberi maaf.








VI. Kesimpulan dan Penutup
Dari uraian di atas maka bi di ambil kesimpulan, bahwa Allah  tidak akan melupakan hamba-Nya yang senantiasa mengingat-Nya di kala suka, kita lihat kembali kisah kekasih Allah  ibrahim u, Nabi Musa, Nabi Yunus, dan Nabi Yusuf yang senantiasa mengingat Allah di kala susah, dalam artian ketika Allah  memberikan kelebihan harta kepada kita hendaknya kita bersyukur dan mewujudkan rasa syukur kita dengan banyak beribadah, bershodaqoh dan amal-amal shalih lainnya,
Semoga yang sedikit ini bermanfaat,hanya Allah yang lebih mengetahui. Semoga shalawat serta salam tercurahkan kepada Nabi kita, Muhammad beserta keluarga, dan sahabat-sahabatnya, dan yang senantiasa meniti jalan beliau hingga hari akhir kelak. Wallahu ‘alam bish-shawab.
Referensi
1. Al-Qur’an Al-Karim
2. Tafsir al-Qur’an Al-‘Adzim, Ibnu Katsir, Maktabah Syamilah.
3. Sunan Tirmidzi, Imam Tirmidzi. Maktabah syamilah.
4. Hadits Arba’in, Imam An-Nawawi, Hidayatul Insan
5. Telaah hadits Arbain An-Nawawiyah, Lilik Rahmat Nur Kholisho. Pustaka Ziyad, cetakan ketiga,
6. Cambuk Hati, Dr. Aidh Al-Qorni, Irsyad Baitussalam. Selengkapnya...

Sabtu, 22 Agustus 2009

Kronologi Perang Khondak

PERANG KHONDAK
dan ketika tidak tetap lagi penglihatan(mu) dan hatimu naik menyesak sampai ke tenggorokan dan kamu menyangka terhadap Allah dengan bermacam-macam purbasangka.
11. Disitulah diuji orang-orang mukmin dan digoncangkan (hatinya) dengan goncangan yang sangat.

A. KONDISI SECARA UMUM
1. Kaum Muslimin
Setelah perang Uhud, kaum muslimin berhasil menertibkan kembali tatanan pemerintahan sehingga kendali kekuasaan di Madinah berada penuh di tangan dan mereka pun bisa membebaskan diri dari rongrongan orang-orang Yahudi bani Nadhir. Maka dengan demikian kedudukan mereka di Madinah menjadi kuat dan mereka pun benar-benar menjadi Qoidah Aminah bagi Islam dan kaum muslimin. Mereka juga berhasil menggoyahkan moril kaum musyrikin Quraisy dan kabilah-kabilah yang bernafsu melakukan penyerangan ke Madinah.
Dalam rentang waktu ini, mereka berhasil mengembalikan prestise dan reputasai mereka, sehingga jadilah kekuatan mereka di takuti oleh pihak lawan, di dalam dan luar negeri Madinah dalam kadar yang sama.

2. Kaum Musyrikin Quaisy dan Kaum Yahudi.
Kaum musyrikin Quraisy belum berhasil dalam menghadapai kaum muslimin sejak perang Badar Sughra, karena menurut perhitungan mereka, kekuatan kaum muslimin terlalu besar untuk dapat dikalahkan dengan kekuatan mereka saja.
Demikian juga kabilah-kabilah yang bernafsu melakukan penyerangan ke Madinah tidak pernah berhasil melaksanakan apa-apa yang menjadi ambisinya, sebab mereka lebih dahulu diserbu oleh kaum muslimin secara terpisah di negri mereka sendiri dan akhirnya mereka bisa ditaklukan secara berturut-turut.
Adapun kaum Yahudi sendiri, kondisi mereka terlalu lemah untuk berfikir melakukan penyerangan ke Madinah secara sendirian terhadap kaum muslimin, untuk itu mereka selalu menuggu-nunggu kesempatan menikam dari dalam.
Untuk bisa mengalahkan kaum muslimin, mereka harus menggabungkan kakuatan kaum musyrikin Quaraisy, kaum Yahudi dan kabilah-kabilah Arab lain dalam satu aliansi kekuatan. Oleh karena kekuatan kaum muslimin sudah mencapai taraf “Sulit dikalahkan” jika pihak lawan-lawan mereka tidak menghimpun dan menyatukan segenap kekuatan material dan spiritual mereka. Dan benarlah, beberapa orang Yahuni bani Nadhir yang terusir itu melakukan upaya penyatuan dan penggabungan antara kekuatan kaum musyrikin dan kaum Yahudi yang bermukim di Madinah. Dan mereka berhasil menghimpun kekuatan yang sangat besar, memiliki keunggulan sangat jauh dan mampu menghabisi agama baru yang sedang berkembang itu.


B. Kekuatan Kedua Pihak
1 Kaum Muslimin berjumlah 3000 personil di bawah pimpinan Rasulullah .
2 Kaum musyrikin berjumlah 10.000 orang personil, tidak termasuk kekuatan yang siap mendukung di belakang mereka dari kaum Yahudi bani Quraizhah. Yang jumlah tersebuat terdiri dari 4000 orang dari kaum musyrikin Quraisy yang dipimpin oleh Abu Sufyan bin Harb bin Umayyah dan 6000 orang lainya dari gabungan beberapa suku yang terdiri dari Bani Sulaim yang dipimpin oleh sufyan bin Abdu Syamsy sekutu Harb bin Umayyah , Bani Asad dipimpin oleh Thalhah bin Khuailid Al-Asadi, Bani Fizarah dipimpin oleh Uyainah bin Hishn, Bani Asyja’ yang dipimpin Mas’ud bin Rukhailah dan Ghathafan yang dipimpin oleh ‘Umayyah bin Hishan dan Harits bin Auf.

C. Tujuan Masing-Masing Pihak
1 Kaum muslimin ingin membela dan mempertahankan Islam.
2 Kaum musyrikin ingin menumpas kaum muslimin dan merampas harta benta dan anak-anak keturunan mereka.

D. Waktu Terjadinya Perang Khondak
Terjadi pada bulan Syawal pada tahun ke-5 Hijriyah, sementara pengepungan terjadi selama 1 bulan.

E. Sebelum Pecahnya Perang
1 Kaum muslimin.
Kaum muslimin memutuskan untuk bertahan di kota Madinah dan menggali parit mengelilingi sisi utara wilayah Madinah, persisnya antara Hurrah (tanah tak berpasir) Madinah dengan gunug Sila’ , mengingat kawasan ini adalah satu-satunya kawasan yang terbuka sementara itu sisi-sisi yang lain dikelilingi oleh kebun-kebun yang lebat serta rintangan-rintangan alami yang lain. Dengan kondisi ini, kemungkinan kecil musuh melancarkan penyerangan dari tepi-tepi Madinah terkecuali dari sisi utara. Maka dari itu Salman Al-Farisi mengusulkan penggalian parit di kawasan tersebut, perlu diketahui bahwa penggalian parit untuk pertahanan memang belum di kenal oleh bangsa Arab sebelumnya.
Nabi  membagi area penggalian parit itu kepada para sahabatnya di mana setiap 10 orang di antara mereka memikul tugas penggalian sepanjang 40 hasta . Beliau juga ikut menggali seperti yang lain, dan para sahabat juga meminta bantuannya ketika menemuai kesulitan dengan adanya batu besar yang keras, maka beliau sendiri yang memcahkannya.
2 Kaum muslimin bermarkas di kaki bukit sila’ dengan posisi membelakanginya. Rasulullah  mengumpulkan kaum wanita dan anak-anak di rumah-rumah yang kuat bangunannya di kawasan yang aman di dalam kota Madinah untuk melindungi keselamatan mereka.
3 Setelah menyelesaikan parit, kaum muslimin menempatkan diri pada posisi-posisi di belakang parit serta memanfaatkan kekokohan bukit Sila’ untuk melindungi bagian belakang dan sayap kiri dari manuver pasukan ahzab yang hedak memotong jalur kembali mereka ke Madinah dan hendak memukul mereka dari bagian belakang serta mengepung mereka.
F. Kaum Musyrikin dan Yahudi
1 Sekelompok orang-orang Yahudi pergi mendatangi kaum musyrikin Quraisy, di antaranya Salman bin Abul Huqaiq dan Huyay bin Akhthab. Mereka memprovokasi kaum musyrikin Quraisy untuk memerangi Nabi , dan mereka berjanji akan berada di pihak kaum musyrikin dalam peperangan tersebut. Setelah berhasil meyakinkan kaum musyrikin Quraisy untuk memerangi Nabi , maka mereka pergi mendatangi kabilah Ghathafan dan kabilah-kabilah lain serta mengajak mereka untuk maksud yang sama.
2 Tatkala Quraisy, Ghathafan dan kabilah-kabilah lain tadi sampai di daerah sekitar Madinah, Huyay bin Akhtab berhasil mempengaruhi orang-orang Yahudi dari Bani Quraidzhah sehingga mereka menghianati perjanjiannya dengan kaum muslimin dan bergabung dengan pasukan Ahzab.
3 Posisi-posisi perang pasukan Ahzab adalah di daerah pinggiran Madinah (sebelah utara) sebagai berikut:
 Quraisy mengambil posisi di Majma’ As-Yal dan Daumah antara Juraf dan Zaghabah.
 Ghatafan dan kabilah-kabilah dari Nejed mengabil posisi di Dzanabi Uqma ke sebelah samping Uhud.
 Bani Quraizhah di benteng-benteng perlindungan mereka di pinggiran Madinah.

G. Jalannya peperangan.
1 Posisi kaum muslimin sulit sekali, khususnya setelah Bani Quraizhah bergabung ke pihak pasukan Ahzab. Sewaktu-waktu sangat memungkinkan bagi orang-orang Yahudi bani Quraizhah menyusup secara sembunyi-sembunyi ke dalam Madinah dan melakukan penyerangan terhadap kaum wanita dan anak-anak. Karena mereka sangat faham betul akan liku-liku jalan dan lorong-loronga Madinah, karena mereka termasauk warga Madinah, kalau sampai ini terjadi, ini sangat mempengaruhi moril kaum muslimin yang sedang bertahan dengan gigih di medan peperangan, sehingga mereka menjadi tidak tentram memikirkan nasib keluarga, anak-anak dan harta benda mereka.
Demikian juga kemungkinan mereka memblokir rute kembali kaum muslimin ke dalam kota Madinah, sehingga akan terbukalah kesempatan bagi pasukan Ahzab menyerbu parit pertahanan tanpa ada pertahanan yang berarti. Sehingga pelanggaran perjanjian yang di lakukan oleh Bani Quraizhah merupakan tikaman yang sangat menggoncangkan kaum muslimin.
2 Orang-orang Yahudi bani Quraizhah mengirim salah seorang di antara mereka untuk menyelinap diam-diam ke dalam kota Madinah, dan dia berhasil menyelinap ke rumah-rumah yang menjadi tempat penampungan kaum wanita dan anak-anak. Orang Yahudi tersebut berusaha memperoleh informasi-informasi mengenai tempat-tempat para wanita dan anak-anak ditampung. Hal tersebut akan memudahkan jalan bagi kaumnya untuk melakukan penyerangan secara mendadak terhadap mereka, setelah memastikan tidak adanya perlindungan yang cukup memadai bagi mereka. Sehingga akan memaksa kaum muslimin untuk mundur dari posisinya semula guna menolong keluarga mereka serta menyelamatkan harta benda mereka.
Akan tetapi, hal ini dapat di patahkan oleh seorang wanita yang bernama shafiyah binti Abdul Muthallib, bibi Nabi . Sehinga si Yahudi tidak dapat kembali ke kaumnya Karena mati terbunuh dengan sopotong tiang kayu yang dihantamkan ke bagian badannya. Dan terbunuhnya Yahudi tersebut dapat menyelamatkan kaum muslimin dari ancaman bahaya yang hendak menimpa, sebab kejadian tersebut menjadikan orang-orang Yahudi berpifikir bahwa di dalam Madinah terdapat penjaga-penjaga yang kuat yang tidak mudah bagi mereka menembus penjagaan tersebut. Oleh karena itu mereka tetap sembunyi di benteng pertahanan mereka dan tidak melakukan penyerangan.
3 Sebuah satuan prajurit berkuda Quraisy, di antaranya terdapat Amru bin Abdu Wudd dan Ikrimah bin Abu Jahal, bergerak di depan Bani Kinanah. Lalu mengobarkan semangat mereka untuk berperang. Ketika satuan prajurit berkuda itu sampai di parit pertahanan yang di buat kaum muslimin, mereka mencari area yang paling pendek jaraknya, lau mereka mencoba menyeberanginya dengan kuda-kuda mereka. Melihat kedatangan mereka yang hendak masuk, maka keluarlah Ali bin Abi Thalib  bersama beberapa orang sahabat. Mereka langsung memblokir celah tersebut untuk mencegah pasukan balik kembali dan menghalangi datangnya bala bantuan dari pasukan Ahzab yang akan membantu mereka. Ali bin Abu Thalib melakukan perang tanding denga Amru bin Abdu Wudd dan berhasil membunuhnya, demikian juga sahabat yang lain berhasil membunuh dua orang musyrik dan satu prajurit berkuda tersebut. Karena berhasil dipukul oleh kaum muslimin maka sisa prajurit berkuda Quraiy yang lain mundur kembali ke markas mereka.
4 Datang lagi sekelompok pasukan musyrikin melakukan penyerangan terhadap kaum muslimin mengarah ke rumah Nabi . Segera kaum muslimin menyongsong serangan mereka yang sepanjang hari sampai petang, ketika waktu shalat telah Ashar tiba, kaum muslimin berada dalam keadaan genting. Karena musuh berhasil mendekati tempat tinggal Nabi , sehingga mereka tidak bisa melaksanakan shalat Ashar, namum petang itu juga mereka berhasil memukul mundur pasukan musyrikin tadi.
5 Rasulullah  berupaya agar sebagian pasukan Ahzab menarik mundur dari Madinah dengan jalan melakukan perundingan dengan mereka. Dalam perundingan tersebut beliau menawarkan kompensasi (ganti rugi) pemberian sepertiga hasil buah-buahan Madinah. Perundingan antara beliau dengan pimpinan Ghathafan ini hampir saja mencapai kata sepakat. Akan tetapi para pemuka golongan Aus dan Khazraj tidak menyetujuinya. Yang akhirnya Rasulullah  menyetujui keputusan para sahabat.
6 Tinggalnya kabilah-kabilah Arab itu dalam waktu yang cukup lama di sekitar Madinah mempengaruhi semangat mereka, apalagi waktu itu bertepatan dengan musim dingin. Mereka tidak sabar terus-menerur melakukan pengepungan dan tidak melakukan peperangan yang menyebabkan mereka dongkol dan gusar karena terlalu lama menunggu tanpa membuahkan hasil.
7 Nu’aim bin Mas’ud dari Ghathafan datang menemuai Nabi  dan memberitahu pada Beliau bahwa dia telah masuk Islam dan keislamannya tidak diketahui oleh kaumnya. Setelah mendengar pengakuan Nu’aim, Nabi  berkata kepadanya, “Sesungguhnya engkau hanya seorang diri saja, untuk itu cerai-beraikan kesatuan mereka semampu kamu untuk membantu kami, karena sesungguhnya perang itu tipu daya.”
Nu’aim bin Mas’ud pergi mendatangi Bani Quraizhah, dia adalah kawan mereka di masa Jahiliah. Nu’aim berkata kepada mereka, “Kalian sudah mengerti akan persahabatanku kepada kalian, sekarang ini kalian membantu pihak Quraisy dan Ghathafan untuk memerangi Muhammad. Posisi mereka itu tidak seperti kalian, negeri yang diserang itu adalah negeri kalian, disitu anak-anak, harta benda dan istri-istri kalian berada, sedang kalian tidak dapat memindahkannya. Jika Quraisy dan Ghathafan memperoleh peluang untuk menang, maka mereka akan mendapatkan ghanima, sementara jika mereka kalah, mereka akan kembali ke negerinya dan meninggalkan kalian berurusan sendiri dengan Muhammad dan pasti kalian tidak akan mampu menghadapinya. Oleh karena itu janganlah kalian ikut berperang sampai kalian mendapatkan satu jaminan dari pembesar-pembesar mereka, baru setelah itu kalian boleh memerangi Muhammad.”
Dan orang-orang bani Quraizhah mengatakan, “Engkau teleh memberikan nasihat pada kami, dan bukanlah kamu orang yang bercacat yang patut kami curigai.”
Setelah selesai menemui Bani Quraizhah, Nu’aim pergi mendatangi Quraisy dan mengatakan kepada mereka: “Aku mendapatka informasi bahwa Quraizhah merasa menyesal bekerja sama dengan kalian, mereka mengirim utusan kepada Muahammad untuk menyampaikan tawaran: “Akankah kamu menerima kami andai kami menangkap beberapa pembesar Quraisy dan Ghathafan untuk kami serahkan kepadamu agar kamu penggal leher mereka, kemudian kami akan bersamamu menghadapi mereka yang masih tersisa.” Maka Muhammad menjawab: “Ya tentu”. Maka dari itu bani Quraizhah meminta jaminan dari kalian dengan beberapa orang di antara kalian. Maka jangan kalian berikan satu orang pun kepada mereka”.
Setelah mendatangi Quraisy, dia mendatangi Ghathafan dan mengatakan kepada mereka: “Kalian adalah keluargaku dan sanak familiku. Lalu ia mengatakan kepada mereka sama seperti apa yang dikatakannya kepada orang Quraisy. Dan menyuruh mereka agar berhati-hati!.
Kemudian Abu Sufyan dan para pemimpin Ghathafan mengirimkan Ikrimah bin Abu Jahal beserta sejumlah orang Quraisy dan Ghathafan untuk menemui Quraizhah pada malam Sabtu. Mereka meminta kepada Quraizhah agar bersiap-siap melakukan penyerangan pada Sabtu siang. Akan tetapi Quraizhah mengemukakan alasan bahwa mereka dilarang berperanga pada hari Sabtu, kemudian mereka meminta jaminan kepada Quraisy dan Ghathafan sebelum serangan apapun dilancarkan. Mndengar permintaan mereka, Quraisy dan Ghathafan berkata: “Benar kata Nu’aim!...”
Tatkalah permintaan Quraidzah yang menuntut jaminan dari Quraisy dan Ghathafan ditolak, maka mereka juga berkata dalam hati: “Benar apa kata Nu’aim!…” maka bercerai-berailah hati pasukan Ahzab dan lenyap pula rasa saling percaya di antara mereka.
8 Rasulullah  mengutus Hudzaifah Ibnu Yaman pada malam hari untuk menyelidiki keadaan pasukan Ahzab. Di markas musuh, Hudzaifah melihat Quraisy pergi meninggalkan medan peperangan menuju Makkah. Begitu Ghathafan tahu Quraisy meninggalkan tempatnya tanpa sepengetahuan mereka, maka merekapun bersama beberapa kabilah-kabilah yang lain kembali ke negerinya masing-masing.
Dengan pandangannya yang tajam, tahulah Rasulullah  bahwa kaum musyrikin telah kehilangan kesempatan yang sangat berharga, padahal kesempatan seperti itu tak mungkin dapat mereka raih kembali.

H. Kerugian Yang Diderita Kedua Belah Pihak
1 Kaum muslimin 6 orang syahid, mereka adalah Sa’ad bin Mu’adz, Anas bin Aus bin ‘Atik dari Bani Abdul Asyhali, Abdullah bin Sahl Al-Asyhal, Tsa’labah bin Ghanamah bin Adi, Ka’ab bin Zaid dari Bani Dinar dan Thufail bin Nu’man
2 Kaum musyrikin 3 orang tewas.

I. Faktor-Faktor Penyebab Kegagalan Pasukan Ahzab
1. Kepemimpinan yang tidak tunggal.
2. Surpraise dengan parit, strategi baru yang belum pernah mereka kenal.
3. Cuaca dingin yang terjadi pada saat perang.
4. Tidak ada rasa saling percaya di antara mereka.
5. Tidak adanya kesabaran.

J. Mukjizat-Mukjizat Perang Ahzab
a) Daging seekor kambing yang di hidangkan oleh Jabir bin Abdillah dapat memenuhi kebutuhan seluruh pasukan yang berjumlah 1000 orang. Bahkan masih tersisa satu panci.
b) Kurmah yang di bawa oleh saudara perempuan Nu’man bin Basyir yang dapat dinikmati seluruh penggali pasrit dan masih tersisa.
c) Tanah yang keras dapat menjadi lunak bagaikan pasir.
d) Batu yang keras yang sebenarnya sulit untuk dipecahkan dengan cangkul akhirnya dapat dipecahkan oleh Rasulullah  yang hal itu menjajadi pertanda akan hancurnya kerajaan Syam, kerajaan Persia dan kerajaan Yaman.
Setelah kaum muslimin memenangkan peperangan Ahzab maka kaum muslimin telah berpindah dari fase defensif ke fase ofensif . Oleh karena itu Rasulullah  mengatakan kepada para sahabatnya setelah pasukan Ahzab mundur dari peperangan: “Sekarang, kitalah yang akan menyerang mereka dan mereka tidak akan menyerang kita”. Selengkapnya...

Jumat, 05 Juni 2009

Serba-Serbi


Siapakah Orangnya....???


Siapakah orang yang paling sibuk?
Orang yang paling sibuk adalah orang yang suka menyepelekan waktu sholatnya, seolah-olah ia harus mengurus kerajaan sebesar kerajaan Nabi Sulaiman a.s

Siapakah orang yang manis senyumannya?
Orang yang mempunyai senyuman yang manis adalah orang yang ditimpa musibah lalu dia berkata "Inna lillahi wainna illaihi rajiuun." Lalu sambil berkata,"Ya Rabb, Aku ridha dengan ketentuanMu ini", sambil mengukir senyuman.

Siapakah orang yang kaya?
Orang yang kaya adalah orang yang bersyukur dengan apa yang ada dan tidak lupa akan kenikmatan dunia yang sementara ini.

Siapakah orang yang miskin?
Orang yang miskin adalah orang yang tidak puas dengan nikmat yang ada, selalu menumpuk-numpukkan harta.

Siapakah orang yang rugi?
Orang yang rugi adalah orang yang sudah sampai usia pertengahan namun masih berat untuk melakukan ibadah dan amal-amal kebaikan.

Siapakah orang yang paling cantik?
Orang yang paling cantik adalah orang yang mempunyai akhlak yang baik.

Siapakah orang yang mempunyai rumah yang paling luas?
Orang yang mempunyai rumah yang paling luas adalah orang yang mati membawa amal-amal kebaikan di mana kuburnya akan diperluaskan sejauh mata memandang.

Siapakah orang yang mempunyai rumah yang sempit lagi dihimpit?
Orang yang mempunyai rumah yang sempit adalah orang yang mati tidak membawa amal-amal kebaikan lalu kuburnya menghimpitnya.

Siapakah orang yang mempunyai akal?
Orang yang mempunyai akal adalah orang-orang yang menghuni syurga kelak
karena telah menggunakan akal sewaktu di dunia untuk menghindari siksa Selengkapnya...

Kamis, 23 April 2009

10 siksaan


10 Jenis Siksaan Yang Menimpa Wanita Penghuni Neraka


Inilah sepuluh jenis siksaan yang menimpa wanita yang diperlihatkan kepada Nabi Muhammad SAW ketika melalui peristiwa Israk dan Mikraj, inilah peristiwa yang membuat Rasulullah menangis setiap kali mengenangkannya.

Dalam perjalanan itu, antaranya Rasulullah SAW diperlihatkan (1) perempuan yang digantung dengan rambutnya, sementara itu otak di kepalanya mendidih. Mereka adalah perempuan yang tidak mau melindungi rambutnya agar tidak dilihat lelaki lain
.

Siksaan lain yang diperlihatkan Rasulullah SAW ialah (2) perempuan yang digantung dengan lidahnya dan (3) tangannya dikeluarkan dari punggungnya dan (4) minyak panas dituangkan ke dalam kerongkongnya. Mereka adalah perempuan yang suka menyakiti hati suami dengan kata-katanya. Rasulullah SAW juga melihat bagaimana (5) perempuan digantung buah dadanya dari arah punggung dan air pohon zakum dituang ke dalam kerongkongnya. Mereka adalah perempuan yang menyusui anak orang lain tanpa keizinan suaminya. Ada pula (6) perempuan diikat dua kakinya serta dua tangannya sampai ke ubun dan dibelit beberapa ular dan kala jengking. Mereka adalah perempuan yang mampu sholat dan berpuasa tetapi tidak mau mengerjakannya, tidak berwudhu dan tidak mau mandi junub. Mereka sering keluar rumah tanpa mendapat izin suaminya terlebih dulu dan tidak mandi yaitu tidak bersuci selepas habis haid dan nifas. Selain itu, Rasulullah SAW melihat (7) perempuan yang makan daging tubuhnya sendiri sementara di bawahnya ada api yang menyala. Mereka adalah perempuan yang berhias untuk dilihat lelaki lain dan suka menceritakan aib orang lain. Rasulullah SAW juga melihat (8) perempuan yang memotong badannya sendiri dengan gunting neraka. Mereka adalah perempuan yang suka mencari perhatian orang lain agar melihat perhiasan dirinya. Siksaan lain yang dilihat Rasulullah SAW ialah (9) perempuan yang kepalanya seperti kepala babi dan badannya pula seperti keledai. Mereka adalah perempuan yang suka mengadu domba dan sangat suka berdusta. Ada pula perempuan yang Rasulullah SAW lihat (10) bentuk rupanya seperti anjing dan beberapa ekor ular serta kala jengking masuk ke dalam mulutnya dan keluar melalui duburnya. Mereka adalah perempuan yang suka marah kepada suaminya dan memfitnah orang lain. Tulisan ini tidak bermaksud menyudutkan wanita atau menempatkan wanita sebagai sumber dosa. Inilah keadaan seadanya yang sesuai riwayat yang ada. Sumber: kebun hikmah Selengkapnya...

Kamis, 16 April 2009

Problematika kaum hawa


PROBLEMATIKA KAUM HAWA

“TEORI RADIO” mengatakan bahwa seorang gadis ketika marah, tegang, atau sedih, maka ia akan mulai berbicara kepada orang yang ia sukai untuk menyampaikan segala keluh kesahnya. Dan sebaliknya dengan apa yang biasanya dilakukan oleh laki-laki, di mana dalam keadaan seperti ini ia akan menghindar dan menolak berbicara dengan siapapun, inilah yang disebut sebgai “TEORI GUA”

Ada pemuda yang memang secara alami menyenangkan, tanpa di buat-buat dan tanpa usaha apapun. Jenis ini biasanya disukai oleh setiap orang yang bergaul dengannya, baik laki-laki atau perempuan. Pemuda yang memiliki sifat ini kadang menyalahgunakan kelebihannya ini untuk memburu gadis-gadis yang menyukainya atau tertarik padanya, hingga si gadis pun tak sadar jika ia dalam genggaman harimau.

Sebelum kita mengetahui langkah apa saja yang digunakan para pemuda mempermainkan para gadis, kita harus mengetahui problematika para gadis, yang saya sebutkan di sini hanya sebagian semoga bisa mewakili keseluruhannya,

Depresi,

Misalnya ketika atau menjelang datang bulan, mendapatkan masalah, atau ketika muncul kejadian yang meresahkan hatinya,

Stress

Perasan ketidakmampuan seorang gadis untuk mengungkapkan sesuatu yang ada dalam dirinya sendiri. Artinya dia merasa tidak mampu mengekspresikan diri seperti apa yang dia inginkan, atau merasa tidak mampu mendapatkan sesuatu yang diinginkannya baik yang bersifat materi atau kejiwaan. Perasaan sepertiini akan muncul saat ia merasa tertekan oleh keluarga, masyarakat atau agamanya.

Kebutuhan untuk di dengar dan mendapat empati

Yang dibutuhkan seorang gadis sebenarnya ada dua hal pertama : keluh kesahnya didengar dengan baik, dan kedua mencari empati dan berbagi perasaan. Bukan berarti saya menyatakan bahwa seorang gadis sama sekali tidak menginginkan solusi untuk masalah-masalah yang tengah dihadapinya. Tapi yang saya maksudkan adalah bahwa seorang gadis pada mulanya tidak mencari solusi, tapi sekedar ingin orang yang di ajak curhat mendengarkannya dan memberinya kesempatan berbicara untuk meringankan kesedihan yang tengah dialaminya, sesudah itu baru si gadis siap menerima solusi yang diberikan oleh lawan bicaranya, inilah “teori radio”.

Kebutuhan akan cinta,

Gadis yang normal adalah ibarat sekumpulan emosi yang bergerak, yang kadang menggelora dan kadang tenang, termasuk didalamnya adalah naluri cinta. Yaitu ketertarikan kepada lawan jenis, cinta yang halal kepada suaminya atau cinta yang haram kepada kekasihnya.

Kebutuhan ini juga ada pada laki-laki, tapi perbedaan antara laki-laki dan perempuan ialah bahwa laki-laki bisa memenuhi kebutuhan ini dengan cara menikahi perempuan yang dicintainya, dan tidak ada kesulitan baginya untuk itu, sedang perempuan, ia akan terus tersiksa menanti pelamar yang datang mengetuk pintu rumahnya. Saya tidak mengatakan bahwa ini selalu terjadi tapi ini sering terjadi.

Suka mencari perhatian

Sifat ini ada pada kebanyakan perempuan, sejak kecil, seorang perempuan memperhatikan bentuk dan penampilannya lebih dari laki-laki. Ia suka berhias dan tampil menawan, dan ini sering kali tidak terjadi pada laki-laki. Sebabnya ialah Allah SWT menciptakan Adam dari tanah, dan menciptakan Hawa dari Adam. Maka, laki-laki berkaitan dengan bumi, dan perempuan berkaitan dengan laki-laki.

Ini juga merupakan sebab adanya perbedaan cara mengukuhkan prestasi antara laki-laki dan perempuan, laki-laki membuktikan dan mengaktualisasikan dirinya dengan bekerja, sedang perempuan mengaktualisasikan dirinya dengan melakukan hubungan sosial dengan orang lain. Oleh karena itu kita dapati seorang gadis dalam dunia pendidikan yang bercampur antara laki-laki dan perempuan ia berusaha menarik perhatian dengan kecantikan dan keanggunannya, sedangkan pemuda menarik perhatian dengan prestasinya di atas rekan-rekannya. Ini adalah perhatian yang berkonotasi negatif karena hanya mencari nilai lebih dimata manusia. Dan bisa menjadi positif jika ia berusaha untuk mendapatkan perhatian penuh kekaguman dari keluarganya atau suaminya. Wallahu a’lam bish-showab

Bunga di tengah hutan, Dr Ahmad bin Muhammad al-harfi (konsultan kedokteran jiwa)

Selengkapnya...