PROBLEMATIKA KAUM HAWA “TEORI RADIO” mengatakan bahwa seorang gadis ketika marah, tegang, atau sedih, maka ia akan mulai berbicara kepada orang yang ia sukai untuk menyampaikan segala keluh kesahnya. Dan sebaliknya dengan apa yang biasanya dilakukan oleh laki-laki, di mana dalam keadaan seperti ini ia akan menghindar dan menolak berbicara dengan siapapun, inilah yang disebut sebgai “TEORI GUA” Ada pemuda yang memang secara alami menyenangkan, tanpa di buat-buat dan tanpa usaha apapun. Jenis ini biasanya disukai oleh setiap orang yang bergaul dengannya, baik laki-laki atau perempuan. Pemuda yang memiliki sifat ini kadang menyalahgunakan kelebihannya ini untuk memburu gadis-gadis yang menyukainya atau tertarik padanya, hingga si gadis pun tak sadar jika ia dalam genggaman harimau. Sebelum kita mengetahui langkah apa saja yang digunakan para pemuda mempermainkan para gadis, kita harus mengetahui problematika para gadis, yang saya sebutkan di sini hanya sebagian semoga bisa mewakili keseluruhannya, Depresi, Misalnya ketika atau menjelang datang bulan, mendapatkan masalah, atau ketika muncul kejadian yang meresahkan hatinya, Stress Perasan ketidakmampuan seorang gadis untuk mengungkapkan sesuatu yang ada dalam dirinya sendiri. Artinya dia merasa tidak mampu mengekspresikan diri seperti apa yang dia inginkan, atau merasa tidak mampu mendapatkan sesuatu yang diinginkannya baik yang bersifat materi atau kejiwaan. Perasaan sepertiini akan muncul saat ia merasa tertekan oleh keluarga, masyarakat atau agamanya. Kebutuhan untuk di dengar dan mendapat empati Yang dibutuhkan seorang gadis sebenarnya ada dua hal pertama : keluh kesahnya didengar dengan baik, dan kedua mencari empati dan berbagi perasaan. Bukan berarti saya menyatakan bahwa seorang gadis sama sekali tidak menginginkan solusi untuk masalah-masalah yang tengah dihadapinya. Tapi yang saya maksudkan adalah bahwa seorang gadis pada mulanya tidak mencari solusi, tapi sekedar ingin orang yang di ajak curhat mendengarkannya dan memberinya kesempatan berbicara untuk meringankan kesedihan yang tengah dialaminya, sesudah itu baru si gadis siap menerima solusi yang diberikan oleh lawan bicaranya, inilah “teori radio”. Kebutuhan akan cinta, Gadis yang normal adalah ibarat sekumpulan emosi yang bergerak, yang kadang menggelora dan kadang tenang, termasuk didalamnya adalah naluri cinta. Yaitu ketertarikan kepada lawan jenis, cinta yang halal kepada suaminya atau cinta yang haram kepada kekasihnya. Kebutuhan ini juga ada pada laki-laki, tapi perbedaan antara laki-laki dan perempuan ialah bahwa laki-laki bisa memenuhi kebutuhan ini dengan cara menikahi perempuan yang dicintainya, dan tidak ada kesulitan baginya untuk itu, sedang perempuan, ia akan terus tersiksa menanti pelamar yang datang mengetuk pintu rumahnya. Saya tidak mengatakan bahwa ini selalu terjadi tapi ini sering terjadi. Suka mencari perhatian Sifat ini ada pada kebanyakan perempuan, sejak kecil, seorang perempuan memperhatikan bentuk dan penampilannya lebih dari laki-laki. Ia suka berhias dan tampil menawan, dan ini sering kali tidak terjadi pada laki-laki. Sebabnya ialah Allah SWT menciptakan Adam dari tanah, dan menciptakan Hawa dari Adam. Maka, laki-laki berkaitan dengan bumi, dan perempuan berkaitan dengan laki-laki. Ini juga merupakan sebab adanya perbedaan cara mengukuhkan prestasi antara laki-laki dan perempuan, laki-laki membuktikan dan mengaktualisasikan dirinya dengan bekerja, sedang perempuan mengaktualisasikan dirinya dengan melakukan hubungan sosial dengan orang lain. Oleh karena itu kita dapati seorang gadis dalam dunia pendidikan yang bercampur antara laki-laki dan perempuan ia berusaha menarik perhatian dengan kecantikan dan keanggunannya, sedangkan pemuda menarik perhatian dengan prestasinya di atas rekan-rekannya. Ini adalah perhatian yang berkonotasi negatif karena hanya mencari nilai lebih dimata manusia. Dan bisa menjadi positif jika ia berusaha untuk mendapatkan perhatian penuh kekaguman dari keluarganya atau suaminya. Wallahu a’lam bish-showab Bunga di tengah hutan, Dr Ahmad bin Muhammad al-harfi (konsultan kedokteran jiwa)
Kamis, 16 April 2009
Problematika kaum hawa
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
buagus juga......
BalasHapus