Kamis, 02 April 2009

Pandangan Pemuda dan Gadis


Cinta dalam Pandangan Pemuda dan Gadis



Dalam sebuah penelitian di Amerika di sebutkan bahwa sekitar 47% korban perkosaan merupakan korban perkosaan teman-temannya sendiri, dan sekitar 20% yang lain merupakan korban perkosaan kerabat dan teman-teman keluarganya
.
Ketika sang pemuda ingin memulai hubungan dengan seorang gadis lajang, dia akan berfikir untuk menjadikan si gadis sebagai sarana untuk melampiaskan syahwatnya (nafsu biologis). Maksudnya bahwa pemuda itu memandang seorang gadis lajang dari aspek seksual.
Sementara si gadis memandang sang pemuda adalah sumber cinta, perasaan dan kekuatan (pahlawan kesiangan ) dan tidak suka jika sang pahlawan lemah. Simpelnya Seorang gadis mencari cinta, sedangkan seorang pemuda mencari pelampiasan seksual. Buktinya “ketika sang pemuda menelpon si gadis dengan rayuan gombalnya dan meminta si gadis untuk keluar bersamanya dengan tujuan mesum, maka si gadis akan marah dan tidak akan menerima ajakannya. Sebaliknya jika yang mengajak keluar si gadis, maka sang pemuda akan segera mengiyakannya bahkan montor tetangga pun di sabet.
Alasannya demi sang belahahan jiwa, padahal ??. ini di karenakan seks bagi lelaki adalah tujuan, sementara seks bagi si gadis adalah cara untuk membuktikan cintanya kepada kekasihnya. Seorang gadis berfikir dengan penuh perasan sementara seorang pemuda berfikir realistis, karena memanggap hubungannya dengan si gadis hanya sementara dan akan berakhir, buktinya setiap lelaki jika memandang gadis muda matanya akan terus melotot sampai jauh mata memandang, dan ketika itu ia lupa bahwa ia telah mempunyai pacar, tapi realita ini tidak semuanya ada pada lelaki.
Terkadang ada juga pemuda yang masih berperasaan dan ada juga seorang gadis yang kadang memandang pemuda dari sisi seksual, dan ini sedikit di temukan. Ada juga pemuda yang menjalin hubungan dengan seorang gadis benar-benar dengan tujuan pernikahan. Namun fenomena umumnya adalah seperti yang saya sebutkan di atas. Bahwa hubungan cinta di luar nikah antara pemuda dan gadis merupakan kesalahan besar. Dan si gadislah pihak yang paling di rugikan. Dan yang sangat di sayangkan adalah para gadis jarang yang menyadari hal ini.
Dari berbagai cerita yang kita dengar, kita dapatkan bahwa begitu tujuan yang di inginkan seorang pemuda tercapai dan berhasil merenggut kehormatan seorang gadis maka ia akan meninggalkannya dan pergi mencari perempuan lain, ibarat lebah yang menghisap bunga, habis manis sepah di buang dan kembali mencari bunga yang segar, begitu seterusnya.
Naluri ini tidak hilang dalam jiwa lelaki tak terkecuali kakek-kakek, buktinya di jawa timur terjadi pemerkosan gadis berumur 18 tahun oleh kakek berumur 58 tahun, lebih konyolnya si gadis masih ada hubungan kerabat dengan kakek tersebut, walaupun begitu jangan hanya leleki yang di salahkan, tapi perempuan pun hendaknya menjaga aurat, bukan malah di pamerkan, kalau terjadi pelecehan seksual maka patas saja, siapa yang tidak berimajinasi macam-macam jika melihat perempuan memakai pakaian adeknya berumur 2 tahun, kadang juga belum selesai di jahit sudah di pakai, atau celana sobek sampai paha pun masih di pakai, pastinya yang ada di benak lelaki yang melihatnya adalah bagaimana bisa tidur denganya.
Maka saya sarankan kepada taman-taman yang ingin menjaga hatinya, hendahnya untuk menjaga pandangan, karena pandangan adalah panah racun dari panah racun iblis, dan yang di jadikan anak panah adalah wanita. di sana ada penjelasan yang lebih rinci kenapa wanita menjadi jurus iblis utuk menyesatkan manusia, insyaallah akan saya sebutkan pada tulisan selanjutnya.
Hal yang perlu di perhatikan disini, tidak setiap hubungan antara pemuda dan gadis berlanjut dengan hubungan seks yang di larang oleh syari’at, bisa jadi hubungan cinta antara dua insan ini terjadi tanpa adanya hubungan seksual, namun ini adalah hal yang jarang sekali terjadi. Sebab tingginya frekuensi bertemu, bercampur baur dan berduan akan menggelorakan perasaan dan menggerakkan anggota tubuh menuju kemungkaran. Semoga tulisan ini bisa mengetuk hati para pemuda dan pemudi sehingga mereka bisa saling menjaga kehormatan. Allahuma Amin..
{Di sarikan dari kitab az-zahrah fi ghobah, karangan Ahmad bin Muhammad Al-Harfi, konsultan kedokteran jiwa,telah di terjemahkan Wafa prees, dengan judul Bunga di tengah hutan, dengan sedikit tambahan tulisan}

2 komentar:

  1. no coment deh..so..ktnya mw lanjutin tlisannya.

    BalasHapus
  2. Assalamu'alaikum..,terima kasih atas motivasinya,kebetulan saya lagi online ,...artikel yang bagus : ini adalah tugas kita utnuk menjaga pandangan ,laa haula wala quata illah billah,..salam kenal ya

    BalasHapus