AMALAN RINGAN
MEMPERMUDAH BANGUN MALAM
(Oleh: Ahmad bin Syarif)
I. Muqoddimah
Alhamdulillah segala puji bagi Allah swt Rabb semesta alam yang telah melimpahkan nikmatnya yang tak terhingga dan patut kita syukuri. Shalawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada baginda Nabi besar Muhammad , para sahabatnya, tabi’in, tabi’ut tabi’in dan orang-orang yang senantiasa menghidupkan sunnah-sunnah beliau hingga hari qiamat.
Adapun tujuan saya menyusun makalah ini adalah dikarenakan melihat banyaknya umat islam yang ingin melaksanakan qiyamul lail akan tetapi sebagian besar mereka tidak mengetahu amalan-amalan ringan yang dapat membantu untuk mempermudah bangun malam, dan hanya mengetahui keutamaan-keutamaan qiyamul lail. Dengan itu semoga tulisan ini bermanfaat bagi saya pribadi dan pembaca seluruhnya.
II. Dustur Ilahi
Allah berfirman:
وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَّكَ عَسَى أَن يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَاماً مَّحْمُوداً (الإسراء : 79)
Artinya : “Dan pada sebagian malam hari bershalat tahajjudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu, mudah-mudahan RabbMu mengangkat kamu ketempat yang terpuji. (QS. Al Isra: 79)
تَتَجَافَى جُنُوبُهُمْ عَنِ الْمَضَاجِعِ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ خَوْفاً وَطَمَعاً وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنفِقُونَ (السجدة : 16 )
Artinya : ‘Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya dan mereka selalu berdo'a kepada Rabbnya dengan penuh rasa takut dan harap, serta mereka menafkahkan apa apa rezki yang Kami berikan” (As-Sajadah;16)
III. Makna Ayat
Ibnu Jarir dan mayoritas ahli tafsir menafsirkan مقاما محموداً)) ialah suatu tempat yang akan ditempati Nabi kita Muhammad pada hari kiamat untuk memberikan syafa’at bagi umat manusia. Sebagaimana sabda Rasulullah :
عن أبي هريرة قال :قال رسول الله ( عسى أن يبعثك ربك مقاما محمودا ) قال (هو المقام الذي أشفع لأمتي فيه )
“Dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah bersabda: “Mudah-mudahan Rabbmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji” ia adalah tempat yang aku tinggal untuk memberi syafaat untuk umatku.
ٍSedangkan Ahli tafsir seperti Mujahid dan Hasan menjelaskan ayat ( (تَتَجَافَى جُنُوبُهُمْ عَنِ الْمَضَاجِعِ
“Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya” di karenakan mereka mendirikan sholat malam. Allah memerintahkan kita mendirikan qiyamul lail setelah shalat wajib, suatu ketika Rasulullah ditanya shalat yang paling utama setelah shalat wajib, beliau menjawab: “Shalat malam”
Dari Bilal bahwa Rasulullah bersabda:
عليكم بقيام الليل فإنه دأب الصالحين و قربة إلى الله تعالى و منهاة عن الإثم و تكفير للسيئات و مطردة للداء عن الجسد . (رواه الترمذي و النسائ و الحكم )
“Hendaklah kalian mendirikan shalat malam sesungguhnya itu adalah kebiasaan orang-orang shaleh sebelum kalian, sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah , menghapus dosa, mencegah kejahatan, dan menghilangkan penyakit dari dalam tubuh. (HR. At Tirmidzi, An Nasai dan Hakim)
III. Kesungguhan Rasulullah dalam Qiyamul Lail
Rasulullah telah mengetahui betapa agungnya ibadah qiyamullail & Pahalanya yang besar di sisi Allah sehingga beliau bersungguh-sungguh dalam melakukannya, bahkan sangat gigih melaksanakannya dan menjaganya seakan-akan beliau menyeru umatnya agar selalu bangun malam.
Dalam hadits di sebutkan “Dari Mughiroh bin Syu’bah ia berkata ; bahwa Rasulullah telah mengerjakan sholat malam hingga kaki baginda pecah-pecah ,maka baginda di tanya : Mengapa engkau memberatkan diri dengan ini semua ? sedangkan Allah telah mengampuni segala kesalahanmu yang telah lalu ataupun yang akan datang, baginda menjawab : tidak pantaskah aku menjadi hamba yang bersyukur”?
Adapun amalan-amalan ringan yang memudahkan kita untuk bangun malam adalah sebagai berikut ;
a. Tidur dalam keadaan suci.
Amalan ringan yang membantu kita agar mudah bangun malam ialah tidur dalam keaadaan suci, baik suci hati maupun suci badan, menyucikan hati di sini ialah bermuhasabah sebelum tidur, dan menghilangkan sifat iri,dengki, sombong , dan penyakit hati lainnya, sedangkan menyucikan badan dengan “air wudhu” karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi setelah kita membaringkan tubuh.
عن ابن عباس رضي الله عنهما أن رسول الله قال طهروا هذه طهركم الله فإنه ليس عبد يبيت طاهرا إلا بات معه في شعاره ملك, لا يتقلب ساعة من الليل إلا قال : اللهم اغفر لعبدك فإنه بات طاهرا (رواه الطبرانى )
Artinya:
“Dari ibnu Abbas Rasulullah bersabda: “Sucikanlah jasad niscaya Allah akan menyucikanmu. Tidaklah seseorang hamba tidur dalam keadaan suci kecuali malaikat akan tidur pada selimutnya, yang mana ia tidak meninggalkannya sepanjang malam kecuali berkata: “Ya Allah, ampunilah hamba-Mu karena ia tidur dalam keadaan suci” (HR. Thabrani)
Dalam hadits lain Rasulullah bersabda
ما من مسلم يبيت على ذكر طاهرا فيتعار من الليل فيسأل الله خيرا من أمر الدنيا و الأخيرة إلا أعطاه إياه
“Tidaklah seorang mukmin tidur dalam keadaan bersuci lalu bangun ditengah malam dalam keadaan berdzikir kepada Allah lalu memohon kebaikan kepada Allah dari urusan dunia dan akhirat, kecuali Allah akan memberikannya.” (HR. Abu Dawud dan An Nasa’i)
Kesimpulan: bersuci ketika tidur terbagi menjadi dua macam yaitu bersih lahiriyah dengan cara berwudhu dan batin dengan taubat.
b. Berdoa dan Berbaring ke Kanan
Amalan ringan lain yang dapat membantu kita supaya mudah untuk bangun malam adalah tidur berbaring kekanan.
Nabi Muhammad menyarankan kepada umatnya agar tidur miring kekanan dan meletakkan tangan kanannya dibawah kepala diantaranya adalah seperti yang dipaparkan dalam hadits berikut:
Diriwayatkan dari Al Bara’ bin Azib , bahwa rasulullah bersabda: “Apabila kamu ingin ketempa tidur berwudhulah terlibih dahulu sebagaimana kamu berwudhu untuk shalat kemudian berbaringlah diatas lambung kanan dan membaca:
اللهم إنى أسلمت نسفى إليك ووجهت وجهى إليك و فوضت أمرى إليك و ألجأت ظهرى إليك رغبة ورهبة إليك لا ملجأ ولا منجا منك إلا إليك أمنت بكتابك الذى أنزلت ونبيك الذى أرسلت
Jadikanlah doa ini sebagai ucapan atau kalimat terakhir pada malam tersebut. Dan sekiranya kamu mati niscaya kamu mati dalam keadaan fitrah (HR. Muttafaq Ilaih)
Dan hendaknya membaca ayat kursyi, dua ayat terakhir surat Al-Baqoroh, di sunnahkan pula membaca Surat Al-Ikhlas,Al-Falaq,dan An-Naas, sebagaimana terdapat dalam Hishnul Muslam hlm 68-78.
Maka simaklah perkataan dokter hati Ibnu Qoyyim yang menjelaskan kepada kita tentang hikmah melaksanakan sunnah Nabi untuk tidur diatas lambung kanan.Ia berkata: “Tidurnya Rasulullah diatas lambung kanan mempunyai rahasia, bahwa hati terdapat dan menempel dalam organ tubuh sebelah kiri, jika seseorang tidur miring kekiri maka dia akan tidur terlelap karena hatinya ikut istirahat sehingga seseorang akan tertidur dengan lelap sebaliknya jika ia tidur miring kekanan maka hatinya akan selalu terjaga atau waspada sehingga tidak larut dalam tidur malam.
Maka dari itu para dokter menyarankan kepada pasiennya agar tidur miring kekiri agar mendapatkan istirahat yang optimal dan sempurna dalam proses penyembuhan serta tidur dengan baik, sedangkan rasulullah menganjurkan kepada umatnya agar tidur malam dalam keadaan berbaring kekanan, supaya tidak tidur dengan lelap, sehingga bisa bangun malam dan beribadah , kesimpulannya ‘tidur miring kekanan lebih baik bagi hati yang ingin menghidupkan malamnya untuk nerkholwat dengan Robbnya, sedangkan tidur miring kekiri lebih baik bagi badan untuk orang-orang yang membutuhkan istirahat karena sakit.
c. Tidur Sebentar di Siang Hari (Qoilulah)
Di antara amalan ringan yang bisa membantu kita untuk bangun malam ialah tidur atau istirahat secukupnya di siang hari karena mata juga mempunyai hak untuk di tunaikan agar tidak menimbulkan penyakit di karenakan tidak seimbangnya kerja organ mata.
Sebagaimana sabda Nabi :
عن إبن عباس عن النبي قال: "إستعنوا بطعام السحر على صيام النهار و بالقيلولة على قيام الليل" [رواه إبن ماجه]
Dari ibnu Abbas bahwa Nabi bersabda: Bantulah Puasa di siang hari dengan makan sahur, dan shalat malam dengan qailullah. (HR. Ibnu Majah)
Adapun tidur sebentar disini adalah istirahat antara akhir waktu shalat dhuha hingga mendekati shalat dhuhur.
IV. Amalan Ringan Sebelum Shalat Malam
Disebutkan oleh Abu Dawud bahwasanya jika Rasulullah bangun malam maka ia mengawali dengan bersiwak, kemudian berdzikir atau membaca doa, dilanjutkan dengan berwudhu menyucikan badan setelah bangun dari istirahat malamnya kemudian shalat dua rakaat ringan sebagaimana disebutkan dalam shahih muslim, dari ‘Aisyah : Bahwa jika Rasulullah bangun pada malam hari maka beliu memulai shalatnya dengan dua rakaat ringan
Dalam hadits lain yang diriwayatkan Abu Hurairah Rasulullah bersabda:
يعقد الشيطان على قافية رأس أحدكم بالليل بحبل فيه ثلاثة عقد , فإن استيقظ فذكر الله انحلت عقدة فإذا قام فتوضأ انحلت عقدة , فإذا قام إلى الصلاة انحلت عقده كلها , فيصبح نشيطا طيب النفس قد أصاب خيرا وإن لم يفعل أصيح كسلا خبيث النفس لم يصب خيرا (رواه ابن ماجه)
“Syaithan mengikat tengkuk kepala salah seorang dari kalian pada malam hari dengan tiga ikatan, jika ia bangun lalu mengingat Allah maka terlepaslah satu ikatan. lalu jika ia berwudhu maka lepaslah satu ikatan lagi. Dan jika ia berdiri untuk shalat maka lepaslah semua ikatan itu. Maka di pagi hari ia akan bersemangat dengan jiwa yang segar karena mendapatkan kebaikan,dan jika ia tidak mengerjakan sholat malam maka dipagi hari ia akan menjadi malas dengan jiwa yang buruk karena tidak mendapatkan kebaikan” (HR Ibnu Majah )
Kesimpulan:
Begitu banyak diantara kita yang ingin menghidupkan malam dengan bermunajat kepada Allah akan tetapi tidak mengetahui amalan-amalan ringan yang bisa membantu kita untuk bangun malam. Disini saya tidak memaparkan faktor-faktor yang menyebabkan seseorang susah untuk bangun malam dikarenakan terbatasnya ilmu yang saya miliki. Adapun amalan ringan tersebut
1. Tidur dalam keadaan suci, baik jasad maupun jiwa.
2. Berdoa dan berbaring kekanan
3. Tidur sebentar disiang hari atau qailulah
Adapun amalan ringan sebelum shalat malam adalah berwudhu dan bersiwak, berdzikir, dan shalat dua raka’at ringan.
Dan akhirnya semoga Allah mempermudah segala urusan kita dan menjadikan kita hamba-hambaNya yang senantiasa bersyukur.
Wallahu a’lam bishshawab
Reference:
1. Al-Qur’anul karim.
2. Tafsir Qur’anul ‘Adzim, Ibnu katsir, jld 3, Maktabah ‘Ashriyah.
3. Tafsir At Thobari, Ibnu Jarir At-Thobari, jld 5, Darul Fikri.
4. Sunan Abu Daud, Maktabah Ibnu Hazm.
5. Ighotsatul lahfan fii Mashoidi syaithon, Ibnu Qoyyim AL-Jauziyah,jld 1, Maktabah Al-Muaayad.
6. Tibbun Nabawi, Ibnu Qoyyim Al-Jauziyah, Darul Kitab Al-‘Arobi.
7. Zaadul Ma’ad, Ibnu Qoyyim AL-Jauziyah,jld 1, Muasasah Ar-Risalah.
8. Shohih Sunan Ibnu Majah, Nasiruddin Al-Bani, Maktabah Al-Ma’arif.
9. Shohihul Jami’, Nashiruddin Al-Bani.
10. Tamamul minnah, Nashiruddin Al-Bani, Dar Ar-Royah.
11. Menggugah Semangat Qiamullail, M. Sholih As-Shai’ari.
Selasa, 10 Maret 2009
Agar Ringan Bangun Malam
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar